Minggu, 19 April 2015

Metodologi Penelitian Kualitatif #4 #5 #6

Pertemuan ke 4
Kali ini pak Na’im membahas penelitian dilihat dari pendekatannya. Pertama,yaitu penelitian Longitudinal. Penelitian ini berlangsung dalam waktu yang lama dengan subjek yang tetap. Penelitian ini cenderung akurat hasilny, namun sangat menguras waktu dan titik jenuh yang sangat tinggi. Kedua, yaitu penelitian Cross-Sectional. Penelitian ini subjeknya berbeda, atau juga bisa diacak. Dikhawatirkan setiap subjek memliki karakter yang berbeda . meskipun demikian penelitian ini waktunya efektif dan cepat. Selanjutnya aku menangkap apa yang dijelaskan oleh pak Na’im yaitu bagaimana tentang alur sebuah penelitian. Beliau membeberkan bahwa penelitian bukan berangkat dari judul melainkan dari munculnya sebuah permasalahan. Kemudian dibentuk dalam suatu rumusan masalah yang sistematis dan rapi. Baru kemudian kita bisa mengumpulkan data yang sesuai rumusan masalah. Kemudian data tersebut diolah melalui Analisi Data. Akhirnya kita dapat menentukan suatu kesimpulan.

Pertemuan ke 5
Untuk pertama kali pada pertemuan ini aku tidak bisa masuk kuliah. Entah mengapa memang sejak hari senin tepatnya tanggal 30 Maret 2013 aku sudah merasa tidak enak badan, tapi aku paksakan masuk karena ada kegiatan Institut Trasvaluasi pada jurusanku. Selanjutnya pada hari rabu, 1 April tubuh ini tidak kuat lagi untuk bisa diajak masuk kuliah. Demam ku lumayan tinggi kata Mantri dekat rumahku. Alhasil pada materi ini aku cuma bisa bertanya pada temen baikku si Mamang Roni dan Zain. Tidak banyak memang yang aku dapatkan dari mereka tapi lumayan untuk bahan materi diari pada sesi kali ini hehehehehe. Mereka berusaha menjelaskan kepadaku mengenai penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian kualitatif menurut mereka merupakan penelitian yang alami, apa adanya. Pelacakannya pun dilakukan secara individual. Hal yang paling penting dalam penelitian kualitatif adalah focus penelitian. Kemudian yang dinilai adalah kata – kata ataupun kalimat yang dikumpulkan kemudian selanjutnya ditipologikan. Sedangkan penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang lebih mementingka pada ketepata skoringnya.
Kemudian kata mereka pak Na’im juga sedikit menyentil masalah inkuiri naturalistic tetapi aku tidak menemukan pejelasan detail dari Roni dan Zain. Ada lagi etnografi yang menurut ingatan mereka ialah penelitian mengenai etnis tertentu. Kunci penelitian ini ialah harus bisa masuk total dalam bidang yang di teliti.
Selanjutnya menurut ingatan Zain, Pak Na’im menjelaskan tentang karakteristik peenelitian kualitatif. Antar lain meliputi :
  1.   Manusia sebagai alat
  2.   Alamiah atau ttidak direkayasa 
  3.   Menggunakan metonde pengamatan dan  wawancara
  4.  Analisis data secara induktif 
  5.   Secara deskriptif dalam penjelasannya
  6.    Lebih mementingkan proses daripada hasil
  7.  Adanya batas ditentukan oleh focus
  8.   Adanya criteria khusus untuk keabsahan data
  9.  Desain yang bersifat sementara
  10.  Hasil penelitian harus di musyawarahkan dan disepakati bersama agar meminimalisir terjadinya kontroversi.

Pertemuan ke 6
Pada pertemuan kali ini aku lebih siap untuk memaparkan hasil resume saya mengenai Etnografi. Hasil resentasipun lumayan lah Alhamdulillah. Berbicara etnografi Pak na’im sedikit berbicara tentang pak Koeswinarno yang merupakan seorang temannnya. Tidak banyak memang yang diceritakan tapi da pernyataan yang cukup lucu. Ketika pak Na’im betanya kepada Pak Koes mengenai keberhasilan karirnya , Pak Koes pun menjawab dengan enetengnya,” Saya tidak pintar, tapu saya sering beruntung “. Sontak mendengar hal itu aku dan temen – temen tertawa terbahak – bahak.
Kemudian selanjutnya pak Na’im sedikit menjelaskan mengenai Etnografi setelah selesai menunjuk beberapa anak untuk mempresentasikan hasil resume. Etnografi merupakan jenis penelitian yang dilakukan pada etnis tertentu, bisa juga etnis kebudayaan. Penelitian ini memerlukan jangka waktu yang saangat lama. Ini disebabkan karena seorang peneliti kudu telibat langsung dalam masyarakat yang diteliti. Tentunya terlibat dalam segala aspek kehidupannya. Penelitian ini menggunakan metode observasi participant. Pak Na’im memberikan contoh etnis atau kelompok yang dapat di teliti misalkan kelompok Syeker mania yang ada di Tulungagaung. Dalam etnografi yang paling susah ialah mengenai persoalan nilai pada penelitinya. Disini peneliti dituntut untuk siap masuk dalam komunitas yang mungkin berbeda pandangan terhadap suatu nilai, tapi disini kita sebagai peneliti harus menyamakan nilai dengan masyarakat yang akan kita teliti. Bisa jadi dalam hal ini akan muncul problem dan berbagai kejenuhan. Akhirnya disini nanti akan muncul etika penelitian yang akan dibahas dipertemuan yang akan datang, begitu ujar Pak Na’im.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Free livescore from Unogoal.com