Pertemuan
ke- 8
Pada pertemuan
ini agak molor 3 hari karena pada pertemuan yang sebenarnya di tunda akibat
bentrok dengan acara Institut Transvaluasi. Akhirnya jam kuliah dipindah hari
Senin jam pertama tanggal 4 Mei 2015. Sesuai perkiraan karena kita tidak pernah
ada jam pertama pada semester ini aku dan teman – teman mayoritas datang telat
, Cuma aku tidak keterlaluan telatnya. Hari ini adalah membacakan hasil latar
belakang dari calon penelitian ilmiah kami. Satu persatu kami di tunjuk oleh
pak Nai’m untuk mempresentasiakan hingga akhirnya semua di evalusai oleh
beliau.
Dalam catatanku setidaknya aku
sendiri harus menentukan objek yang lebih spesifik agar jangan terlalu lebar
pembahasannya mengenai Tradisi Pernikahan Jawa.
Lalu Fitri disarankan agar jangan
dulu menyampaikan ciri – ciri materi yang dia bahas secar detail pada latar
belakang.
Kemudian Fatim, penelitiannya bagus tapi
sangat lokalsentris dan langka waktu penelitiannya yaitu hanya pada waktu
suroan(jamasan)
Terus emak dian dievaluasi mengenai
jangan kebanyakan membicarakan mitos melulu, harus diseimbangkan dengan fakta
ilmiahnya.
Lanjut ke Laela, menurut pak Naim penelitian
Laela harus segera di fokuskan ke dalam perspektif satu kerajaan karena dia
berbicara Majapahit dan Galuh, dikhawatirkan terlalu rumit nanti penelitiannya.
Kalau anita disarankan untuk
memahami kesnian Wayang terlebih dahulu.
Kemudian Fata, disarankan untuk tidak terlebih dahulu
menghajar suatu kubu terlebih dahulu pada latar belakang. Dilatar belakang kita
harus berpandangan netral.
Kemudian terakhir Farid agar lebih
merapikan alur karena penelitiannya berbicara masalah alur sejarah.
Pertemuan
ke-9
Pertemuan kali
ini hanya berselang 2 hari dari pertemuan ke -8. Pada kesempatan ini seharusnya
aku dan teman – teman mengumpulkan hasil penelitian untuk bagian metode
penelitian karena aku malas aku belum mengerjakan. Ternyata banyak teman –
teman yang meniru jejakku (hahahaaha). Kecuali si sahabatku mamang Roni Ramlan.
Dia sangat rajin ,disaat teman – temannya tidak mengerjakan dia mengerjakan
sendiri. Berkat Roni pula pak Na’im tidak jadi marah karena ada bahan untuk
dibahas. Istilahnya roni penyelamat bagiku dan pasti juga teman – teman yang
lain. Dari hasil evaluasi penelitian Roni ada beberapa masukan dari pak Naim.
Kita harus lebih banyak referensi dari artikel di jurnal. Kemudian masukan
untuk bagian rumusan maskalah untuk poin nomer 1 tidak boleh menggunkan kalimat
tanya bagaimana melainkan “ Apa” itu yang paling ideal,”tutur pa Na’im. Lalu
tidak boleh ada 2 variabel dalam satu rumusan masalah, alangkah lebih baik agar
dipecah ke rumusan masalah yang lain. Diakhir pembahasan pak Na’im menambah
tugas kami agar menuju ke tingkat selanjutnya yaitu menuliskan data penelitian
terdahulu pada masing – masing penelitian kami. Tujuannya untuk menghindari
plagiasi dan memposisikan diri penelitian kami ini. Juga tetap ditagih bagi
metode penelitian yang belum pada pertemuan berikutnya. Semangat – semangat
sahabat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar