Selasa, 19 April 2016

Evaluasi Belajar

Masih Perlu Belajar Lebih
Oleh: Ahmad Khoirul Anam

Mata kuliah Penulisan Populer Dan Ilmiah pada semester 6 ini sudah berjalan beberapa pekan. Kalau tidak salah sudah berjalan lebih dari 5 pertemuan. Beberapa tugas pun juga telah dikumpulkan kepada dosen pengampu. Tugas-tugas yan telah dikumpulkan selanjutnya dievaluasi kemudian dibagikan kembali ke mahasiswa untuk proses pembenahan.
            Beberapa pekan mengikuti mata kuliah ini memberikan beberapa catatan, khususnya terhadap tugas-tugas saya. Setelah dievaluasi terlihat masih banyak ditemukan kesalahan dan kekurangan. Kesalahan dan kekurangan ini bagi kami mahasiswa  baik sekali demi perbaikan kualitas pada karya-karya kepenulisan berikutnya.
            Hal yang saya lakukan setelah tugas-tugas tadi dikembalikan adalah melakukan pembacaan ulang. Setelah melakukan pembacaan ulang, saya menemukan beberapa catatan dan itu perlu dilakukan pembenahan. Pertama, masih banyak ditemukan kata atau kalimat yang seharusnya dicetak miring. Tercatat dalam karya saya yang seharusnya dicetak miring diantaranya kata-kata berbahasa asing seperti smartphone, ngetrip, every one can buy, dan lain-lain. Kemudian kata atau kalimat berbahasa daerah seperti jendul-jendul, ngentut, ora ngaleh, dan sejenisnya.
            Kesalahan saya yang kedua adalah penulisan kata depan “di”. Setelah saya cermati kembali, ternyata poin ini yang paling mendominasi kesalahan dalam beberapa karya kepenulisan saya. Berikut diantaranya; disini seharusnya di sini, disekeliling kita –>  di sekeliling kita, disekolah –> di sekolah, diberbagai tempat –> di berbagai tempat, dan masih ada beberapa yang lain.
            Koreksi yang ketiga ialah kreatifitas membuat judul tulisan. Ini menjadi hal mendasar karena judul memegang peranan penting dalam sebuah tulisan. Judul merupakan pemberi kesan pertama. Kesan pertama yang baik akan menimbulkan minat baca semua orang, jika judul memberikan kesan yang biasa-biasa saja dikhawatirkan pembaca tidak tertarik untuk membaca sebuah tulisan. Selama ini memang judul-judul yang saya buat masih tergolong sangat standar alias biasa-biasa saja. Maka dari itu dosen pengampu memberikan solusi yaitu membuat judul sebuah tulisan harus semenarik mungkin. Caranya bisa membuat plesetan, baik plesetan yang lucu atau yang gokil. Pemilihan diksi yang tepat juga perlu diperhatikan betul, jangan sampai bernada provokatif yang bisa menimbulakan kontroversi. Dia juga memberikan referensi bahwa membuat judul juga bisa mengadopsi tagline iklan jargon dan sejenisnya.
            Beberapa catatan atau evaluasi tersebut mengisyaratkan saya dan teman-teman yang lain harus lebih sering belajar. Caranya adalah dengan sering menulis. Dari kegiatan seing menulis akan bisa dilihat apa saja yang perlu diperbaiki, ada progres baik atau tidak, dan diharapkan akan terus mengalami perbaikan menuju karya kepenulisan yang lebih sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Free livescore from Unogoal.com