Masih Perlu Belajar Lebih
Oleh: Ahmad Khoirul Anam
Mata
kuliah Penulisan Populer Dan Ilmiah pada semester 6 ini sudah berjalan beberapa
pekan. Kalau tidak salah sudah berjalan lebih dari 5 pertemuan. Beberapa tugas
pun juga telah dikumpulkan kepada dosen pengampu. Tugas-tugas yan telah
dikumpulkan selanjutnya dievaluasi kemudian dibagikan kembali ke mahasiswa
untuk proses pembenahan.
Beberapa pekan mengikuti mata kuliah
ini memberikan beberapa catatan, khususnya terhadap tugas-tugas saya. Setelah
dievaluasi terlihat masih banyak ditemukan kesalahan dan kekurangan. Kesalahan
dan kekurangan ini bagi kami mahasiswa
baik sekali demi perbaikan kualitas pada karya-karya kepenulisan
berikutnya.
Hal yang saya lakukan setelah
tugas-tugas tadi dikembalikan adalah melakukan pembacaan ulang. Setelah
melakukan pembacaan ulang, saya menemukan beberapa catatan dan itu perlu
dilakukan pembenahan. Pertama, masih
banyak ditemukan kata atau kalimat yang seharusnya dicetak miring. Tercatat
dalam karya saya yang seharusnya dicetak miring diantaranya kata-kata berbahasa
asing seperti smartphone, ngetrip, every
one can buy, dan lain-lain. Kemudian kata atau kalimat berbahasa daerah
seperti jendul-jendul, ngentut, ora
ngaleh, dan sejenisnya.
Kesalahan saya yang kedua adalah penulisan kata depan “di”.
Setelah saya cermati kembali, ternyata poin ini yang paling mendominasi
kesalahan dalam beberapa karya kepenulisan saya. Berikut diantaranya; disini
seharusnya di sini, disekeliling kita –>
di sekeliling kita, disekolah –> di sekolah, diberbagai tempat –>
di berbagai tempat, dan masih ada beberapa yang lain.
Koreksi yang ketiga ialah kreatifitas membuat judul tulisan. Ini menjadi hal
mendasar karena judul memegang peranan penting dalam sebuah tulisan. Judul
merupakan pemberi kesan pertama. Kesan pertama yang baik akan menimbulkan minat
baca semua orang, jika judul memberikan kesan yang biasa-biasa saja
dikhawatirkan pembaca tidak tertarik untuk membaca sebuah tulisan. Selama ini
memang judul-judul yang saya buat masih tergolong sangat standar alias biasa-biasa
saja. Maka dari itu dosen pengampu memberikan solusi yaitu membuat judul sebuah
tulisan harus semenarik mungkin. Caranya bisa membuat plesetan, baik plesetan
yang lucu atau yang gokil. Pemilihan
diksi yang tepat juga perlu diperhatikan betul, jangan sampai bernada
provokatif yang bisa menimbulakan kontroversi. Dia juga memberikan referensi
bahwa membuat judul juga bisa mengadopsi tagline
iklan jargon dan sejenisnya.
Beberapa catatan atau evaluasi
tersebut mengisyaratkan saya dan teman-teman yang lain harus lebih sering
belajar. Caranya adalah dengan sering menulis. Dari kegiatan seing menulis akan
bisa dilihat apa saja yang perlu diperbaiki, ada progres baik atau tidak, dan
diharapkan akan terus mengalami perbaikan menuju karya kepenulisan yang lebih
sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar